Tentang Ilmu dan Keutamaan Mencari Ilmu Bahas Tuntas
Hendaknya ada salah seorang diantara kita yang
menuntut imu. Simak dalilnya dobawah ini.
Firman Allah SWT:
~
وَ مَا كَانَ
الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَآفَّـةً، فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلّ فِرْقَةٍ
مّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدّيْنِ وَ لِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ
اِذَا رَجَعُوْآ اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ. التوبة:122
Tidak sepatutnya bagi
orang-orang yang Mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak
pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam
pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya
apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga diri.
[QS. At-Taubah : 122]
اِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ اْلعُلَمٰۤؤُا. فاطر:28
Sesungguhnya yang takut
kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama (orang-orang yang
mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah). [QS. Faathir : 28]
Orang Berilmu dengan
yang tidak tentulah berbeda
اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبّكَ
اْلحَقُّ كَمَنْ هُوَ اَعْمٰى، اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا اْلاَلْبَابِ.
الـرعد:19
Apakah orang yang
mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama
dengan orang yang buta ? Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakal sajalah
yang dapat mengambil pelajaran. [QS. Ar-Ra'du : 19]
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَ الَّذِيْنَ لَا
يَعْلَمُوْنَ، اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا اْلاَلْبَابِ. الزمر:9
Katakanlah (hai
Muhammad) : "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang
yang tidak mengetahui ? Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang
dapat menerima pelajaran". [QS. Az-Zumar : 9]
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى اْلاَعْمٰى وَ اْلبَصِيْرُ اَمْ هَلْ تَسْتَوِى
الظُّلُمٰتُ وَ النُّوْرُ. الرعد:16
Katakanlah (wahai
Muhammad) : "Adakah sama orang yang buta dan orang yang bisa melihat, atau
samakah gelap gulita dan terang benderang ?". [QS. Ar-Ra'du : 16]
مَثَلُ اْلفَرِيْقَيْنِ
كَاْلاَعْمٰى وَاْلاَصَمّ وَ اْلبَصِيْرِ وَ السَّمِيْعِ، هَلْ يَسْتَوِيٰنِ
مَثَلًا، اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ. هود:24
Perbandingan kedua
golongan (orang-orang kafir dan orang-orang yang beriman) itu seperti orang
buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua
golongan itu sama keadaan dan sifatnya ?. Maka tidakkah kamu mengambil
pelajaran ?. [QS. Hud : 24]
وَمَا يَسْتَوِى
اْلاَعْمٰى وَ اْلبَصِيْرُ. وَلَا الظُّلُمٰتُ وَ لَا النُّوْرُ. وَلَا الظّلُّ
وَلَا اْلحَرُوْرُ. وَمَا يَسْتَوِى اْلاَحْيَآءُ وَلَا اْلاَمْوَاتُ. فاطر:19-22
Dan tidaklah sama antara
orang yang buta dengan orang yang bisa melihat, tidak sama antara gelap gulita
dengan cahaya, dan tidak sama pula antara yang teduh dengan yang panas.
Demikian pula tidak sama antara orang-orang yang hidup dengan orang-orang yang
mati. [QS. Faathir : 19 - 22]
Orang Yang berilmu akan
ditinggikan derajatnya.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْآ اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا
يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ، وَ اِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللهُ
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا اْلعِلْمَ دَرَجٰتٍ.
المجادلة:11
Wahai orang-orang yang
beriman, apabila dikatakan kepadamu : Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka
lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila
dikatakan : "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat. [QS. Al-Mujaadalah : 11]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ اَبِى وَاقِدٍ
اللَّيْثِيّ اَنَّ رَسُوْلَ الله ص بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِى الْمَسْجِدِ وَ
النَّاسُ مَعَهُ، اِذْ اَقْبَلَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ، فَاَقْبَلَ اثْنَانِ اِلىَ
رَسُوْلِ اللهِ ص، وَ ذَهَبَ وَاحِدٌ. قَالَ فَوَفَقَا عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص
فَاَمَّا اَحَدُهُمَا فَرَأَى فُرْجَةً فِى اْلحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيْهَا. وَ
اَمَّا اْلاٰخَرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ. وَ اَمَّا الثَّالِثُ فَاَدْبَرَ ذَاهِبًا.
فَلَمَّا فَرَغَ رَسُوْلُ اللهِ ص قَالَ: اَلاَ اُخْبِرُ كُمْ عَنِ النَّفَرِ
الثَّلَاثَةِ؟ اَمَّا اَحَدُهُمْ فَاَوَى اِلىَ اللهِ فَاٰوَاهُ اللهُ. وَ اَمَّا
اْلاٰخَرُ فَاسْتَحْيَا فَاسْتَحْيَا اللهُ تَعَالىَ مِنْهُ. وَ اَمَّا اْلاٰخَرُ
فَاَعْرَضَ فَاَعْرَضَ اللهُ عَنْهُ. البخارى 1: 24
Dari Abu Waqid
Al-Laitsiy, ia berkata, "Pada suatu waktu Rasulullah SAW sedang duduk di
masjid bersama orang banyak, kemudian datang tiga orang. Yang dua orang
langsung maju menghadap Rasulullah SAW, sedangkan yang seorang lagi berpaling
lalu pergi. Perawi berkata : Lalu dua orang tersebut berhenti pada majlis
Rasulullah SAW. Adapun salah satu diantaranya melihat tempat yang masih longgar
di dalam majlis tersebut, kemudian ia duduk padanya. Dan yang satunya lagi
duduk di belakang mereka. Sedangkan orang yang ketiga langsung berpaling lalu
pergi. Setelah selesai, kemudian Rasulullah SAW bersabda : "Maukah aku
beritahukan kepada kalian perihal tiga orang tersebut ? Adapun yang satu orang,
ia mencari keridlaan Allah, maka Allah-pun ridla kepadanya. Yang satunya lagi,
ia malu kepada Allah, maka Allah Ta’aalaa-pun malu kepadanya. Sedangkan yang
satunya lagi, ia berpaling, maka Allah-pun berpaling pula darinya. [HR. Bukhari
juz 1, hal. 24]
Orang yang Palig Baik
Adalah Orang Yang Belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.
عَنْ عُثْمَانَ رض عَنِ
النَّبِيّ ص قَالَ: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاٰنَ وَعَلَّمَهُ. البخارى
6: 108
Dari 'Utsman (bin
'Affan) RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah
orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya". [HR. Bukhari juz 6,
hal. 108]
عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ
قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا
سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا اِلَى الجَنَّةِ. الترمذى 4: 137، رقم: 2784، وقال:
هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ
Menuntut ilmu akan
dimudahkan jalan menuju Syurga
Dari Abu Hurairah, ia
berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menempuh jalan untuk
mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga". [HR. Tirmidzi
juz 4, hal. 137, no. 2784, ia berkata : Ini hadits hasan]
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ
اَبِى سُفْيَانَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا
يُفَقّهْهُ فِى الدّيْنِ. مسلم 3: 1524
Dari Mu'awiyah bin Abu
Sufyan, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang Allah
menghendaki kebaikan kepadanya, maka Allah akan memberinya kefahaman dalam
agama". [HR. Muslim juz 3, hal. 1524]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقّهْهُ فِي
الدّيْنِ. الترمذى 4: 137، رقم: 2783، هذا حديث حسن صحيح
Dari Ibnu 'Abbas,
bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang Allah menghendaki
kebaikan kepadanya, maka Allah akan memberinya kefahaman dalam agama".
[HR. Tirmidzi juz 4, hal. 137, no. 2783, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ
اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِذَا مَاتَ اْلاِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ
عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ اِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ
يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ. مسلم 3: 1255
Ilmu yang Berguna yang
diajarkan Orang lain akan menjadi pahala yang mengalir tanpa putus.
Dari Abu Hurairah
bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia, maka
terputuslah amal-amalnya kecuali tiga hal. Yaitu : sedekah jariyah, atau ilmu
yang dimanfa’atkan orang, atau anak shalih yang mendoakannya". [HR. Muslim
juz 3, hal. 1255]
Pahala yang besar bagi
para penuntu ilmu.
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ
قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ
الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ، وَ
مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَ
اْلاٰخِرَةِ.وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَ
اْلاٰخِرَةِ. وَ اللهُ فِى عَوْنِ اْلعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ
اَخِيْهِ. وَ مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ
بِهِ طَرِيْقًا اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ
بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَ يَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ اِلَّا
نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ، وَ غَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَ حَفَّتْهُمُ
الْمَلَائِكَةُ وَ ذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ. وَ مَنْ بَطَّأَ بِهِ
عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ. مسلم 4: 2074
Dari Abu Hurairah, ia
berkata : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa menolong orang Mukmin satu
kesusahan dari kesusahan-kesusahannya di dunia, maka Allah akan menghilangkan
baginya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahannya pada hari qiyamat.
Barangsiapa yang memberi kemudahan kepada orang yang dalam kesulitan, maka
Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akherat. Barangsiapa yang menutupi
cela orang Muslim, maka Allah akan menutupi celanya di dunia dan akherat. Dan
Allah senantiasa menolong hamba-Nya selagi hamba itu senang menolong
saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan
memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam
suatu masjid dari masjid-masjid Allah, mereka membaca dan mempelajari
Al-Qur'an, melainkan turunlah ketenangan jiwa, dan rahmat menyelimuti mereka,
dan para malaikat menaungi mereka. Dan Allah akan menyebut-nyebut mereka
dihadapan para malaikat yang berada di sisi-Nya. Dan barangsiapa yang malas
beramal, maka tidak akan mencapai pada martabat orang yang beramal. [HR. Muslim
juz 4, hal. 2074]
عَنْ اَبِى مُوْسَى عَنِ
النَّبِيّ ص قَالَ: مَثَلُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ مِنَ اْلهُدَى وَ اْلعِلْمِ
كَمَثَلِ اْلغَيْثِ اْلكَثِيْرِ اَصَابَ اَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ
قَبِلَتِ الْمَاءَ فَاَنْبَتَتِ اْلكَلَأَ وَ اْلعُشْبَ اْلكَثِيْرَ، وَ كَانَتْ
مِنْهَا اَجَادِبُ اَمْسَكَتِ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوْا
وَ سَقَوْا وَ زَرَعُوْا، وَ اَصَابَ مِنْهَا طَائِفَةً اُخْرَى اِنَّمَا هِيَ
قِيْعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَ لَا تُنْبِتُ كَلَأً. فَذٰلِكَ مَثَلُ مَنْ
فَقِهَ فِى دِيْنِ اللهِ وَ نَفَعَهُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَ
عَلَّمَ وَ مَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذٰلِكَ رَأْسًا وَ لَمْ يَقْبَلْ هُدَى
اللهِ الَّذِى اُرْسِلْتُ بِهِ. البخارى 1: 28
Dari Abu Musa, dari Nabi
SAW, beliau bersabda, "Perumpamaan apa yang Allah mengutusku dengannya,
yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah.
Diantara tanah itu ada yang subur yang dapat menerima air, lalu menumbuhkan
rumput dan tumbuh-tumbuhan yang banyak. Dan diantaranya ada pula tanah yang
keras yang dapat menahan air, (tetapi tidak bisa menumbuhkan tumbuh-tumbuhan),
maka dengannya Allah memberi kemanfa'atan kepada manusia. Mereka bisa minum,
memberi minum ternak dan bertani. Dan air hujan itu mengenai pula tanah yang
lain, yaitu tanah keras dan licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Demikian itulah perumpamaan orang yang faham
tentang agama Allah dan bermanfa'at baginya apa yang Allah mengutusku
dengannya, ia mengetahui dan mengajarkan (kepada orang lain) dan perumpamaan
orang yang tidak mengangkat kepalanya dan orang yang tidak mau menerima
petunjuk Allah yang aku diutus dengannya". [HR. Bukhari juz 1,hal. 28]
عَنْ كَثِيْرِ بْنِ
قَيْسٍ قَالَ: كُنْتُ جَالِسًا مَعَ اَبِى الدَّرْدَاءِ فِى مَسْجِدِ دِمَشْقَ
فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا اَبَا الدَّرْدَاءِ اِنّيْ جِئْتُكَ مِنْ
مَدِيْنَةِ الرَّسُوْلِ ص لِحَدِيْثٍ بَلَغَنِيْ اَنَّكَ تُحَدّثُهُ عَنْ رَسُوْلِ
اللهِ ص مَاجِئْتُ لِحَاجَةٍ، قَالَ فَاِنّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا مِنْ
طُرُقِ اْلجَنَّةِ. وَ اِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ اَجْنِحَتَهَا رِضًا
لِطَالِبِ اْلعِلْمِ ، وَ اِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى
السَّمٰوَاتِ وَ مَنْ فِى اْلاَرْضِ وَ اْلحِيْتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ، وَ
اِنَّ فَضْلَ اْلعَالِمِ عَلَى اْلعَابِدِ كَفَضْلِ اْلقَمَرِ لَيْلَةَ اْلبَدْرِ
عَلَى سَائِرِ اْلكَوَاكِبِ، وَ اِنَّ اْلعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلاَنْبِيَاءِ. وَ
اِنَّ اْلاَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَمًا، وَرَّثُوا
اْلعِلْمَ. فَمَنْ اَخَذَهُ اَخَذَ بِحَظّ وَافِرٍ. ابو داود 3: 317، رقم: 3641،
ضعيف، فى اسناده دود بن جميل و هو مجهول
Dari Katsir bin Qais, ia
berkata : Dahulu saya sedang duduk bersama Abu Darda' di dalam masjid di
Dimasyqo, lalu datang seorang laki-laki kepadanya dan berkata : "Hai Abu
Darda', sesungguhnya aku datang kepadamu dari kota Rasul SAW karena sebuah
hadits yang sampai kepadaku bahwasanya engkau menceritakannya dari Rasulullah
SAW, dan bukanlah aku datang untuk keperluan yang lain". (Abu Darda')
berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang
menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan menjadikan untuknya suatu
jalan dari jalan-jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat menaungi dengan
sayapnya karena ridla kepada orang yang menuntut ilmu. Sesungguhnya orang alim
itu dimohonkan ampun baginya oleh penghuni langit dan bumi serta ikan-ikan di
dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan orang alim atas orang yang beribadah
(tetapi tidak alim) adalah seperti bulan purnama atas seluruh bintang-bintang.
Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi
itu tidak mewariskan dinar dan dirham, namun mewariskan ilmu, maka barangsiapa
yang mengambilnya, berarti ia telah mengambil bagian yang banyak sekali".
[HR. Abu Dawud juz 3, hal. 317, no. 3641, dlaif, karena dalam sanadnya ada
perawi bernama Dawud bin Jamil, ia majhul].
عَنْ كَثِيْرِ بْنِ
قَيْسٍ، قَالَ: كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ اَبِى الدَّرْدَاءِ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ،
فَاَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا اَبَا الدَّرْدَاءِ، اَتَيْتُكَ مِنَ الْمَدِيْنَةِ
مَدِيْنَةِ رَسُوْلِ اللهِ ص لِحَدِيْثٍ بَلَغَنِي اَنَّكَ تُحَدّثُ بِهِ عَنِ
النَّبِيّ ص. قَالَ: فَمَا جَاءَ بِكَ تِحَارَةٌ؟ قَالَ: لَا. قَالَ: وَلَا جَاءَ
بِكَ غَيْرُهُ؟ قَالَ: لَا. قَالَ: فَاِنّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا
اِلَى الْجَنَّةِ، وَاِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ اَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ
الْعِلْمِ، وَاِنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ يَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاءِ
وَالْاَرْضِ حَتَّى الْحِيْتَانُ فِي الْمَاءِ، وَاِنَّ فَضْلَ اْلعَالِمِ عَلَى
اْلعَابِدِ كَفَضْلِ اْلقَمَرِ عَلَى سَائِرِ اْلكَوَاكِبِ، اِنَّ الْعُلَمَاءَ
وَرَثَةُ الْاَنْبِيَاءِ، اِنَّ اْلاَنْبِيَاءَلَمْ يُوَرّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا
دِرْهَمًا، اِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ اَخَذَهُ اَخَذَ بِحَظّ وَافِرٍ.
ابن ماجه 1: 81، رقم: 223، ضعيف، فى اسناده دود بن جميل و هو مجهول
Dari Katsir bin Qais, ia
berkata : Dahulu saya sedang duduk bersama Abu Dardaa' di masjid di Dimasyqo,
lalu ada seorang laki-laki datang kepadanya dan berkata. "Hai Abu Dardaa',
sesungguhnya aku datang kepadamu dari Madinah, kota Rasulullah SAW karena
sebuah hadits yang sampai kepadaku bahwasanya engkau menceritakannya dari Nabi
SAW". Abud Dardaa' bertanya, "Apakah kamu datang karena berdagang
?". Dia menjawab, "Tidak". Abud Dardaa' bertanya lagi,
"Apakah kamu datang karena keperluan yang lainnya ?". Dia menjawab, "Tidak".
Abud Dardaa' berkata, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan
memudahkan untuknya jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat menaungi dengan
sayapnya karena ridla kepada orang yang menuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang
menuntut ilmu dimohonkan ampun baginya oleh penghuni langit dan bumi hingga
ikan-ikan di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan orang 'alim atas orang yang
beribadah (tetapi tidak 'alim) adalah seperti bulan purnama atas seluruh
bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan
sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, hanyasanya mereka
mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya, berarti ia telah mengambil
bagian yang banyak sekali". [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 81, no. 223,
dla'if karena dalam sanadnya ada perawi benama Dawud bin Jamil, ia majhul]
Menuntut ilmu sama
dengan Jihad Fi sabilillah
عَنْ اَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ
خَرَجَ فِى طَلَبِ اْلعِلْمِ فَهُوَ فيِ سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ. الترمذى
4: 137، رقم: 2785، هذا حديث حسن غريب
Dari Anas bin Malik ia
berkata, Rasulullah SAW bersabda, "B`arangsiapa yang keluar (bepergian) untuk menuntut ilmu, maka ia termasuk
berjuang di jalan Allah, hingga ia kembali". [HR. Tirmidzi juz 4, hal.
137, no. 2785, ia berkata : Ini hadits hasan gharib]
Hukum Menuntut Ilmu Itu
Wajib Bagi Muslim.dan orang yang menuntut ilmu akan di dmintakan ampun oleh
segala sesutu sampai ikan yang berada dilaut.
عَنْ اَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ
قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلّ مُسْلِمٍ،
وَ طَالِبُ اْلعِلْمِ يَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ شَيْئٍ حَتَّى اْلحِيْتَانُ فِى
اْلبَحْرِ. ابن عبد البر فى جامع بيان العلم وفضله: ص11، رقم:13ـ فى اسناده مقال
Dari Anas bin Malik ia
berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap
orang Islam, dan sesungguhnya orang yang menuntut ilmu dimintakan ampun oleh
segala sesuatu, hingga ikan-ikan yang di laut. [HR. Ibnu Abdil Barr dalam
Jaami’u Bayaanil 'Ilmi wa fadllihi, hal. 11, no. 13, pada sanadnya ada
pembicaraan]
عَنْ اَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ
قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اُطْلُبُوا اْلعِلْمَ وَلَوْ بِالصّيْنِ. فَاِنَّ
طَلَبَ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلّ مُسْلِمٍ. البيهقى فى شعب الايمان 2: 254،
رقم: 1663، ضعيف، فى اسناده ابو عاتكة
Dari Anas bin Malik ia
berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke
negeri Cina, dan sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang
Islam". [HR. Baihaqi dalam Syu’abul iimaan juz 2, hal. 254, no. 1663,
dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Abu ‘Atikah]
عَنْ اَبِى ذَرّ قَالَ:
قَالَ لِى رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا اَبَا ذَرّ، لَاَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ اٰيَةً
مِنْ كِتَابِ اللهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ اَنْ تُصَلّيَ مِائَةَ رَكْعَةٍ، وَلَاَنْ
تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ بَابًا مِنَ اْلعِلْمِ عُمِلَ بِهِ اَوْ لَمْ يُعْمَلْ،
خَيْرٌ مِنْ اَنْ تُصَلّيَ اَلْفَ رَكْعَةٍ. ابن ماجه 1: 79، رقم: 219
Dari Abu Dzarr, ia
berata : Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Hai Abu Dzarr, sungguh kamu pergi
untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah, itu lebih baik bagimu daripada
kamu shalat (sunnah) seratus reka’at, dan sungguh kamu pergi untuk mempelajari
satu bab ilmu, baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik bagimu daripada kamu
shalat (sunnah) seribu rekaat”. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 79, no. 219]
Keterangan :
~
Hadits ini oleh
Al-Mundziri di dalam Targhib wat Tarhib dinyatakan sanadnya hasan, tetapi di
dalam kitab Majma’uz Zawaaid didla’ifkan oleh Al-Haitsami, karena di dalam
sanadnya ada dua perawi yang dla’if, yaitu ‘Abdullah bin Ziyad dan ‘Ali bin
Zaid bin Jud’aan, walloohu a’lam.
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: طَلَبُ
اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلّ مُسْلِمٍ، وَ وَاضِعُ اْلعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ اَهْلِهِ
كَمُقَلّدِ اْلخَنَازِيْرِ اْلجَوْهَرَ وَ اللُّؤْلُؤَ وَ الذَّهَبَ. ابن ماجه 1:
81، رقم: 224، ضعيف، فى اسناده حفص بن سليمان
Dari Anas bin Malik, ia
berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim,
dan memberikan ilmu kepada orang yang tidak semestinya itu seperti mengalungkan
permata, mutiara dan emas pada babi”. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 81, no. 224,
dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Hafsh bin Sulaiman]
عَنْ اَبِى بَكْرَةَ عَنِ
النَّبِيّ ص قَالَ: اُغْدُ عَالِمًا اَوْ مُتَعَلّمًا اَوْ مُسْتَمِعًا اَوْ
مُحِبًّا لاَ تَكُنِ اْلخَامِسَ فَتَهْلِكَ. البيهقى فى شعب الايمان 2: 265، رقم:
1709
Dari Abu Bakrah dari
Nabi SAW, beliau bersabda, “Jadilah kamu orang yang pandai (mengetahui), atau
orang yang belajar, atau orang yang mendengarkan, atau orang yang senang
(cinta), janganlah kamu menjadi orang yang kelima, maka kamu akan celaka”. [HR.
Baihaqi dalam kitab Syu’abul iimaan, juz 2, hal. 265, no. 1709]
-o0[@]0o-
BrosurJihadPagi
Ahad, 26 Nopember
2017/07 Rabiul awwal 1439
Brosur No. :
1881/1921/IA

0 Response to " Tentang Ilmu dan Keutamaan Mencari Ilmu Bahas Tuntas"
Posting Komentar
Jika Artikel Ini Bermanfaat Silahkan Dibagikan Kepada Teman Teman Agar Pahala Anda Mengalir Sebagai Sedekah .